Sejak saya bergabung menjadi partner Allianz saya selalu fokus sharing akan pentingnya memiliki asuransi kepada siapa saja. Tidak terkecuali kepada seorang teman yang saya kenal di sekolah anak saya. Sebut saja namanya Ibu Maria.

Ibu Maria ini orangnya sangat sederhana. Memiliki anak 3 yang masih berusia di bawah 10 tahun semua, satu masih balita, satu masih bersekolah di Taman Kanak-Kanak, dan satu yang paling besar bersekolah di SD kelas 3.

Suaminya adalah pencari nafkah tunggal, seorang manajer di perusahaan swasta, berusia mendekati 50 tahun.

Sungguh keluarga yang bahagia, punya tabungan, punya penghasilan, semua berjalan lancar.

Saat saya menghubungi dia, dia sangat welcome dan menyambut saya dan istri dengan sangat happy.

Mulailah saya dan istri sharing mengenai asuransi Allianz yang ternyata dia sekeluaga.

Yang ternyata Ibu Maria sekeluarga sudah memiliki polis asuransi dari perusahaan merah.

Namun demikian hal tsb tidak menghentikan Bu Maria untuk mendengarkan penjelasan dari kami.

Ditambah hubungan Bu Maria dengan istri saya, Susan, sangat baik. Jadinya, apa yang diceritakan oleh istri saya sangat didengarkan oleh Ibu Maria.

Istri saya menceritakan pengalaman yang dialami olehnya sendiri, kakak kandungnya kena kanker, orangtuanya kena diabetes, dan itu semua membutuhkan biaya besar dan juga sampai harus meninggal dunia.

Maka dari itu kami membedah polis asuransi merah yang dimiliki Ibu Maria sekeluarga.

Ternyata polis mereka sudah sangat lama dan sudah tidak relevan jumlah uang pertanggungannya.

Singkat cerita, Ibu Maria setuju untuk membuka polis baru untuk dia, suami, dan ketiga anaknya.

Kami menyebutnya TAPRO FAMILY atau TAPRO KELUARGA, yaitu polis asuransi untuk sekeluarga yang saling terhubung satu dengan lainnya yang saling melindungi baik untuk pencari nafkah utama maupun pasangan.

Waktupun berjalan dan tidak terasa sudah dua tahun polis asuransi mereka dibayarkan.

Hingga di Maret 2020, Ibu Maria menghubungi kami dan minta bantuan kami untuk menutup polis dia sekeluarga.

Alasannya adalah perekonomian sedang kurang baik.

Kami berkata sebaiknya dipertimbangkan dulu saja, sebab jika terjadi resiko siapa yang tau dan siapa yang bisa bantu. Asuransi satu2nya solusi yang paling bisa membantu.

Ibu Maria tidak menjawab apa-apa.

Hari berganti minggu, dan muncul surat pemberitahuan bahwa polis Ibu Maria sekeluarga harus dibayarkan sebab sudah hampir melewati masa tenggang.

Sudah kami infokan, namun Ibu Maria merespon bahwa ekonomi sedang sulit.

Tiba-tiba, di suatu pagi kami melihat Ibu Maria update status WhatsAppnya : bahwa suaminya telah meninggal dunia subuh tadi secara tiba-tiba, saat tidur, suaminya mengorok dengan keras dan terkena serangan jantung.

Usia suami saat itu adalah 49 tahun. Mau dibilang tua sih juga belum, sebab masih banyak orang yang berusia di atas itu yang masih segar bugar sehat walafiat.

Namun sekali lagi, hidup ini adalah misteri dan tidak ada yang pernah tau apa yang akan terjadi pada hari esok.

Musibah bisa terjadi, kita hanya bisa mengantisipasi dengan melakukan yang terbaik dan prepare for the worst scenario.

Skenario terburuk adalah terjadi penyakit kritis dan terjadi meninggal dunia.

Dan kenyataannya, Ibu Maria ditinggalkan selamanya oleh suami tercintanya, sang pencari nafkah tunggal.

Kini Ibu Maria harus membesarkan ketiga anak-anaknya yang masih sangat kecil-kecil seorang diri.

Bayangkan berapa besar biaya yang harus ia siapkan, untuk pendidikan anak-anak, untuk biaya hidup sehari-hari, untuk membayar tagihan listrik dan air, untuk biaya internet atau pulsa, dan lain-lain yang kita semua tau bahwa semua perlu uang.

Dan bayangkan apa yang terjadi jika 2 tahun silam Ibu Maria tidak ambil keputusan untuk mengupgrade polis asuransinya sekeluarga.

Dana warisan di polis lama hanya berjumlah 50 Juta saja.

Di polis asuransi Allianz dana warisan yang cair adalah 250 Juta.

Bukan itu saja, karena Ibu Maria ambil TAPRO KELUARGA, maka polis Ibu Maria dan ketiga anak-anaknya semua menjadi GRATIS hingga 16 tahun mendatang sebab Allianz yang akan membayarkan premi mereka.

This image has an empty alt attribute; its file name is image-12.png

Artinya polis asuransi Ibu Maria dan anak-anaknya tetap aktif, perlindungan tetap ada, dan bahkan dana tunai di polis merekapun akan ada untuk masa depan.

Benar-benar saya dan istri saya sangat bersyukur sudah membantu sahabat kami dalam melewati masa sulit dalam hidupnya.

Terima kasih kepada Allianz yang telah sangat membantu kehidupan Ibu Maria dan anak-anaknya.

Kami semakin yakin percaya bahwa apa yang kami tabur tidak akan ada yang pernah sia-sia.

Selama kami menabur kebaikan kami pasti akan menuai kebaikan.

Selama niat kami baik untuk menolong sesama, kami akan dipertemukan dengan orang yang tepat yang mencintai keluarga dan mau melindungi keluarga.

Amin.

Terima kasih dan Tuhan memberkati.

Salam hangat,

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.