Salah Siapa?

Barusan saya ditelpon oleh seseorang.

Dia berkata sudah menyimpan nomor hp saya sejak lama, dan dia bertanya apakah saya masih di Allianz.

Ya, saya adalah agen Allianz, website saya AturHidup.com, sosmed saya @petrusjakub

Lalu si ibu di seberang sana bercerita bahwa suaminya sudah ikut asuransi Allianz sejak Juli 2020 dan pada Juli 2021 meninggal dunia (setelah perjuangan operasi jantung dan perawatan beberapa kali).

Agen yang menawarkan asuransi adalah seseorang yang sudah dikenal lama, bahkan sejak si agen masih berusia belia, begitu jelasnya.

Namun saat mengajukan klaim, ibu tadi berkata bahwa klaim meninggal dunia tidak dapat cair dan si agen mengembalikan sejumlah premi yang telah disetorkan.

Jujur di sini saya tidak paham detailnya, jadi mohon pengertiannya ya, saya hanya menceritakan dari sudut pandang saya yang menerima telepon saja.

Ibu tadi meminta bantuan saya siapa tau saya bisa membantu beliau.

Dia juga bercerita bahwa dia sempat ditawari asuransi oleh agen yang sama dengan premi 2,4 Juta per bulan dan sudah setor dua kali. Namun karena kejadian ini, si ibu jadi khawatir takutnya mengalami hal serupa. Ditambah si ibu bilang dia ada riwayat diabetes.

Setelah ibu tadi bercerita, saya bertanya, apakah saat mendaftar asuransi almarhum suami dalam kondisi sehat?

Dia menjawab alm. suami beraktivitas seperti biasa, bisa buka toko.

Saya pertegas pertanyaan saya, apakah saat mendaftar asuransi, alm. suami sudah pernah rawat inap atau melakukan tes medis ke dokter/klinik/RS dan mendapatkan hasil medis yang kurang baik?

Si ibu baru berkata iya kondisi suami memang ada darah tinggi.

Lalu saya tanyakan apakah saat mendaftar asuransi alm. suami ada menjelaskan secara detail kondisi kesehatannya?

Si ibu berkata semua diserahkan kepada agen dan percaya penuh pada agen.

Lalu saya tanya lagi, saat pendaftaran apakah suami ada diminta melakukan tes medis oleh Allianz?

Si ibu berkata tidak.

Ok, saya di sini mencoba mengambil kesimpulan pribadi:

Karena sudah kenal lama dengan agen, si ibu dan alm. suami sudah sangat percaya dengan agen, sehingga mereka menganggap agen sudah tau kondisi kesehatan alm. suami.

Jadi, karena hal tsb, mereka setuju saja saat agen menawarkan asuransi.

Di poin ini saya menganggap si agen bertindak nakal dan hanya mengejar komisi saja, sehingga tidak mengutamakan kejujuran. Saya yakin agen sudah tau kondisi kesehatan client, namun agen tidak menjelaskan dengan detail sejujurnya kondisi / riwayat kesehatan client.

Sekadar informasi, pihak penyeleksi Allianz (Underwriting) adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Sehingga terkadang saat mereka terlewat melakukan pemeriksaan ulang, calon nasabah yang tidak sehatpun bisa diloloskan.

Tapi harap dicatat bahwa jika ada informasi yang disembunyikan maka perusahaan asuransi berhak menolak pembayaran klaim.

Ya, polis memang bisa saja jadi, semua diloloskan, tapi jika saat terjadi klaim ditemukan ketidaksesuaian data, maka klaim akan ditolak. Apakah ini yang kita mau? Tentu tidak bukan?

Saya juga kurang paham apakah benar si ibu dikembalikan dana premi yang sudah disetornya selama ini. Dan jika betul, saya juga tidak tau apakah itu dana pribadi si agen, ataukah dana dari Allianz. Sebab setau saya premi yang sudah disetorkan sebagian merupakan biaya asuransi, jadi andaikata dikembalikan pun tidak akan utuh sejumlah premi yang disetorkan, apalagi usia polis baru 1 tahun.

Jika dana tsb adalah dari kantong pribadi si agen, berarti ada kemungkinan si agen menyadari tindakannya salah dan ingin menebus dosa dengan mengembalikan premi yang disetornya.

Sekali lagi, ini hanya prediksi saya aja ya.

NB: Update, barusan saya dapat info bahwa ternyata dana yang dikembalikan sebesar 17 Juta oleh Allianz yaitu Nilai Invesatsi yang telah terbentuk serta kebijaksanaan pengembalian Premi yang tidak dialokasikan. Sungguh Allianz perusahaan asuransi yang cengli.

Jadi, menurut kalian semua ini salah siapa?

  • Salah nasabah yang tidak paham dengan prosedur, yang terlalu polos bahwa sudah ada sakitpun bisa diterima tanpa pengecualian?
  • Salah agen yang tidak menjelaskan detail perihal pengecualian, yang tidak memaparkan kondisi kesehatan calon nasabah, yang menganggap sepele dan yang penting polis jadi aja?
  • Atau salah Allianz yang meloloskan calon Nasabah yang sudah ada riwayat (petugas underwriting yang lalai menunaikan pekerjaannya) sehingga berakibat klaim meninggal dunia nasabah menjadi batal?

Well, terlepas dari salah siapa, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini dan kita bisa semakin bijaksana.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa share ke teman-teman kalian biar gak lagi kecewa terhadap asuransi.

Salam hangat,

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.